Tampilkan postingan dengan label vina panduwinata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label vina panduwinata. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 Oktober 2011

Perayaan Karir Dan Apresiasi Cinta Vina Panduwinata


Bahagia betul rasa hati Vina Panduwinata dalam konser Viva Vina yang sukses digelar sabtu (18/2) di Plenarry Hall, Jakarta. Tampil maksimal dengan membawakan 23 lagu, Vina juga akrab menyapa semua yang hadir, mulai dari sahabat, kerabat sampai ribuan penonton yang memadati venue. Sungguh konser comeback yang menakjubkan. 
 
Musik dalam Konser Viva Vina diarsiteki oleh Addie MS, kekasih hati Vina dalam bermusik. Kolaborasi dua sahabat ini berjalan nyaris sempurna dan intim. Salut buat teteh’ Vina yang sangat komunikatif pada penonton. Sapaan hangatnya mengisi ruang-ruang kosong dalam pergantian lagu.

Kemunculan Vina ditandai dengan lagu Aku Makin Cinta. Vina berjalan dari arah penonton ke panggung sambil sesekali mencium sahabat-sahabatnya yang hadir. Kebahagiaan Vina terpancar disepanjang konser. Saat Vina membawakan single ‘Aku Melangkah Lagi’, venue mulai ramai dengan koor penonton. Hebat ! malam itu cukup banyak anak muda yang datang, dan mereka hapal lagu-lagu Vina.

“ Tuhan memberi izin saya untuk konser dari 25 tahun saya berkarir, “ tutur Vina pada sekitar lima ribu penonton. “ ini adalah Impian saya, kedekatan, dan lewat musik, bernyanyi kita bisa menjadi satu, “ Imbuh Vina dalam Konferensi persnya. Ibu satu anak ini dengan ramah meng’absen’ sahabat-sahabatnya mulai dari Bob Tutupolly, Guruh Soekarnoputra, Titik Puspa, Oddie Agam, Dodo Zakaria dan Bens Leo. Enggak Cuma mereka, teman-teman pencipta lagu hitsnya juga disapa dengan hangat. Seneng deh punya sahabat kayak teteh Vina.

Meski ‘ribet’ mengabsen, namun Vina dapat menjaga kualitas vokalnya. Di lagu kelima, Vina membawakan single trademark nya, Burung Camar. Venue kembali riuh, Suasana menghangat kembali. Serangkaian single kondang di masanya pun dibawakan dengan aransemen segar gubahan Addie MS dan Twillite Orchestranya.

“ Eh kamu nyamber aja, “ “ Udah kenceng, salah lagi, “, , “ Penonton maaf ya, yang difestival ini berisik, tapi kalo enggak gitu enggak rame kan, “ itu sebagian sapaan hangat Vina pada penonton. Semua mengalir manis dan tulus. ‘Kericuhan’ muncul saat Ilham, keponakan Vina, ‘ngerecokin’ lagu Surat Cinta dengan irama rock. Seger banget ! Cuma sayang versi asli lagu itu tidak diampilkan lagi, kurang gimana gitu.

Ibu satu anak ini membawa ‘pasukan cilik’ dalam lagu Kumpul Bocah. Single gubahan Dodo Zakaria ini mulanya berlirik nakal, namun segera diminta koreksi oleh Vina. Penasaran ? ah nyesel kan enggak nonton. Bicara anak, Vina mendedikasikan lagu ‘Anakku’ untuk semua anak di dunia ini. Dengan lembut ia membawakan lagu itu sambil menatap mesra putranya, Vitto.

Enggak Cuma teman sezaman aja yang diundang. 3 Diva juga hadir di konser Vina. Suatu kehormatan besar juga, Anggun dan Sheila Majid hadir secara khusus untuk menapresiasi karya sahabatnya ini. Sungguh malam persahabatan yang indah.

Pada ‘Begitulah Cinta’, Vina mengajak Sheila Majid dan Harvey Malaiholo bernyanyi bersama. Hasilnya ? mantap. ‘Didadaku Ada Kamu’, wah versi teteh Vina lebih oke, mature, dan keren. Di lagu ke 16, fiuuh konser udah berjalan dua jam, Vina mengganti kostumnya yang didesain oleh Anne Avantie. Jujur aja, ‘Kebaya Romanum’ ala Anne bener-bener fantastic dan memancarkan aura bintang seorang Vina Panduwinata.

Venue belum mendingin meski malam beranjak larut. Single ‘Dia’ membangunkan penonton kembali dan menggelitik lidah untuk ikut bernyanyi. Puncaknya, WOW, menutup konser dan menggoreskan kenangan manis bagi penonton yang hadir malam itu. Applouse meriah, gelak tawa, kegembiraan dimana-mana.

Total 24 lagu dibawakan nyaris sempurna oleh Vina Panduwinata. Kendala sound di awal konser bisa dimaklumi, tidak menjadi cacat. Konser ini menandai 25 tahun Vina berkarya dan wujud apresiasi cinta terhadap semua orang yang menyayangi si ‘Burung Camar’. Vina cinta kita semua, begitupula sebaliknya. Ah, ‘ternyata aku makin cinta, cinta sama kamu, hanya kamu seorang kasihku’. Viva Vina !



 
( also published on www.kafegaul.com)

Kamis, 20 Oktober 2011

Konser Kedua Vina 2008



Ini reportase dari Denny Sakrie :
NAMA ACARA : KONSER VINA PANDUWINATA
ARTIS : VINA PANDUWINATA
PENDUKUNG : TWILITE ORCHESTRA,MAYA HASAN,AFGAN DAN RUMPIES
TEMPAT : PLENNARY HALL,JCC
TANGGAL : 17 MEI 2008
PRODUKSI : MERAH PUTIH PRODUCTIONS


Vina Panduwinata kembali melanjutkan konser tunggal berskala besar di Plennary Hall Jakarta setelah dua tahun silam ditempat yang sama dia menggelar "Viva Vina".Sebetulnya nyaris tak ada perbedaan yang mencolok antara konser "Viva Vina" dan yang baru saja digelar Sabtu 17 mei kemarin.Addie MS dan Twilie Orchestra yang didukung 40 pieces pemusik mengawal performa penyanyi bernama Dewi Sastaviyana ini.Juga menampilkan beberapa guest star,mulai dari harpist Maya Hasan hingga reuni Rumpies (Atiek CB,Trie Utami,Malyda, Vina) dan pendatang baru Afgan yang menguak industri musik pop dengan gaya quiet storm-nya,
Memang deretan bintang tamu tidak seheboh dulu.Bahkan komposer yang turut andil dalam pembuatan album Vina selama ini hanya terlihat beberapa orang saja seperti Adjie Soetama,Guruh Soeklarno Putera maupun Ria Prawiro.

Konser Vina kali ini terasa berbeda pada penyusunan repertoar yang lebih cenderung ke zona private collections .Vina berani menyanyikan lagu-lagunya yang tidak hits.Yang mungkin hanya dikenal oleh die-hard fans saja.
Lagu lagu non-hits namun tetap enak untuk disimak antara lain adalah lagu "Duniaku Tersenyum" ciptaan Bagoes AA dari album "Citra Ceria" (Jackson Record 1984),

Juga dari album "Citra Pesona" (1983) seperti "Masih Adakah Ceria" (Johannes Purba) dan "Maaf" (Titiek Hamzah),"Si Bogel" (Dodo Zakaria) dari album "Cium Pipiku" (Harpa 1987), serta dua lagu Vina di era 2000-an dengan lirik yang mendalam yaitu "Senyum Untuk Tuhan" (Ria Prawiro) dari album "Bawa Daku" (Sony Music 2001) dan "Pelangi Rindu" (Dodo Zakaria) dari album "Kau Selalu Di Hati" (Blackboard 2000).

Lagu yang disebut terakhir memang sangat dalam,karena lagu ini ditulis oleh almarhum Dodo Zakaria untuk puteri tunggalnya Vanya yang harus berpisah dengannya karena perceraiannya dengan Dian Mayasari.Dan Vina menampilkan interpretasi dan ekspresi luar biasa pada lagu ini.Kemampuan Vina menjiwai lagu memang teruji pada lagu lagu seperti "Maaf" yang ditulis Titiek Hamzah.
Sebagian penonton memang terbengong dengan beberapa lagu yang dinyanyikan Vina semisal lagu "Cinta Cinta Cinta" karya Adjie Soetama yang pernah dibawakan Vina pada album "Adjie Soetama dan Rekan" (Granada Record 1991)


Kemampuan lain yang pantas dicatat adalah ketika Vina harus berduet dengan penyanyi lain baik pria maupun wanita.Itu telah dibuktikan dalam perjalanan karir musiknya .Kita masih ingat ketika Vina berduet dengan Broery Pesolima,Ikang Fawzy,Chrisye, Iwan Fals,Harvey Malaiholo,Yockie Soerjoprajogo, Dodo Zakaria,Fariz RM dan banyak lagi.Juga ketika berkolaborasi dengan Bimbo,Suara Persaudaraan maupun saat tergabung dengan Rumpies bersama Malyda Sudradjat,Trie Utami dan Atiek CB.
 
Dalam konsernya Sabtu malam Vina pun berhasil berduet dengan penyanyi pendatang baru berusia 18 tahun Afgan lewat lagu "Begitulah Cinta" karya Oddie Agam yang pernah menjadi finalis Festival Lagu Pop Indonesia 1988 dan "Bahasa Cinta" yang dulu dinyanyikan duet bersama almarhum Broery Pesolima.
Vina pun berduet secara vrtual dengan almarhum Chrisye dalam lagu "Kisah Insani" yang pernah dilakukannya pada album Chrisye "Sendiri" (1985).Meskipun bukan sesuatu yang baru,namun duet Vina-Chrisye di Plennary Hall kemarin tetap berbuah aplause dari penonton.

Sayangnya,ketika tampil bersama Rumpies terjadi gangguan yang sangat mengusik ritme acara dengan tak berfungsinya 3 mikrophone yang dipegang Atiek CB,Malyda dan Trie Utami disaat menyanyikan lagu "Kalau Kau" dan "Nggak Jelas".Untunglah Vina mampu mengatasi krisis ini dengan berceloteh .Dan celotehan Vina ini alhasil dijadikan tameng untuk menutupi gangguan teknis yang kerap terjadi.Tercatat beberapa kali vakuum yang kemudian diisi dengan celotehan Vina.Vina ,untungnya,sangat menguasai panggung.Dia tampil sangat cair.Walapun jujur,sebetulnya cairnya gaya Vina menjembatani jeda antar lagu terkadang bagaikan es krim yang terlalu cair dan akhirnya menjadi lelehan yang terasa belepotan.

 

Tapi toh,penonton tetap tak beranjak dari kursi menyimak penampilan Vina.Ini membuktikan bahwa sebagian penonton Vina adalah penggemar Vina da;am arti sesungguhnya.
Bahkan ketika Vina menyudahi konsernya dengan lagu bernuansa samba "Cinta Indonesia" karya Guruh Soekarno Putera,penonton masih belum beranjak jua.Mereka masih mengharapkan munculnya encore sebagaimana lazimnya sebuah konser musik pop .Tapi encore pun tak muncul muncul juga.


SETLIST

1.Overture (Wow,September Ceria dan Apa Kabar)
2.Logika (Oddie Agam) 1987
3.Rintangan (Tito Sumarsono/Pancasila wan) 1984
4.Masih Adakah Ceria (Johannes Purba) 1983
5.Dia (Randi Anwar) 1984
6.Cinta Cinta Cinta (Adjie Soetama) 1991
7.Senyum Untuk Tuhan (Ria Prawiro) 2001
8,Surat Cinta (Oddie Agam) 1987
9.Si Bogel (Dodo Zakaria) 1987
10.Wow (Oddie Agam) 1989
11.Pelangi Rindu (Dodo Zakaria) 2000
12.Kisah Insani(Chrisye, Eros Djarot/Iman RN ) 1985
13.Duniaku Tersenyum (Bagoes AA) 1984
14.Kalau Kau (Erwin Badudu & Deddy Dhukun) 1989
15.Nggak Jelas (Mus Mujiono & Deddy Dhukun) 1989
16.Nurleila (Sam Bobo & Deddy Dhukun) 1989
17.Biru (Dian Pramana Poetra & Deddy Dhukun) 1987
18.Begitulah Cinta (Oddie Agam) 1988
19.Cium Pipiku (Adjie Soetama) 1987
20.Maaf (Titik Hamzah) 1983
21.Didadaku Ada Kamu (Dodo Zakaria) 1984
22.Aku Makin Cinta (Loka Manya) 1995
23.Cinta Indonesia (Guruh Soekarno Putera) 1984

Konser Pertama "VIVA VINA"

Dua puluh lima tahun bukanlah sebuah rentang waktu yang pendek, terutama bagi artis (penyanyi), untuk dapat tetap eksis di dunia musik. Dan untuk tetap eksis, biasanya upaya yang dilakukan tentunya disamping harus ‘rajin’ mengeluarkan album juga melakukan konser untuk umum. Tapi, penyanyi yang satu ini memang unik. Dia hingga saat ini masih eksis di dunia musik Indonesia terbukti dengan masih seringnya tampil di televisi maupun permintaan manggung di mana-mana. Akan tetapi selama 25 tahun perjalanan karirnya, belum sekalipun dia melakukan konser tunggal untuk umum yang besar dan megah (kecuali di televisi dan café yang menampilkannya secara khusus) yang dapat dilihat oleh ribuan penggemarnya. Bukannya karena dia tidak mau tampil dalam konser tunggal, tapi kesempatan itu memang belum datang walaupun niat tersebut sudah tercetus sejak lama. Dan Insya Allah, 18 Februari ’06 mendatang, dengan arahan Addie MS sebagai pengarah musik, Vina Panduwinata akan tampil di Plenary Hall – JCC dalam sebuah konser berjudul VIVA VINA.


“Sebetulnya tawaran untuk konser tunggal sudah pernah diajukan beberapa kali kepada saya,” kata Vina sewaktu ditanya wartawan dalam acara media conference di Zoom Café 30 Januari lalu. “Tetapi saya tidak bersedia jika bukan Addie MS yang ‘mengiringi’ saya.”


Vina menjelaskan bahwa alasan untuk diiringi Addie MS, bukanlah mengada-ada. “Addie MS adalah kekasih hati saya dalam bermusik yang sejak album kedua yaitu 'Citra Pesona', mulai terlibat sebagai arranger yang kemudian berlanjut hingga beberapa album berikutnya yang juga bertindak sebagai producer.”


Jadi dilihat dari sejarahnya, sungguh layak jika Vina ingin Addie MS terlibat dalam konser tunggalnya. Dan karena berbagai alasan, diantaranya karena Addie MS telah menekuni musik simfonik dengan Twilite Orchestra-nya, maka baru tanggal 18 Februari mendatang konser Insya Allah dapat dilaksanakan.
Mengenang saat pertamakali menangani album Vina “Citra Pesona” yang rekamannya dilakukan di Studio Jackson Record, dimana salah satu lagunya berjudulitu?” Tapi tampaknya Addie MS tidak kehilangan akal supaya keinginannya terkabul. Dengan honornya yang didapat dalam menangani album tersebut, Addie menggunakan semua itu untuk rekaman di Manila. “Jadi, sebetulnya sama saja dengan aku nggak dibayar kan?.” Saat album tersebut beredar di pasaran, maka sejarah musik pop Indonesia mencatat bahwa itulah album pop Indonesia pertama yang melibatkan orkestra dan ternyata berhasil dipasaran.Pertemuan untuk membicarakan kemungkinan untuk mengadakan konser tunggal dilaksanakan sejak menjelang bulan Ramadhan tahun lalu, yang kemudian dilanjutkan dengan pertemuan di berbagai tempat termasuk di kantor Twilite Orchestra untuk memilih lagu-lagu yang akan dinyanyikan di konser tersebut. Pemilihan lagu-lagu tersebut ternyata sungguh tidak mudah bagi Addie MS dan Vina.

Disamping jumlahnya yang sekitar 130 lagu dan semuanya enak didengar, juga banyak sekali lagu-lagu yang sepertinya ‘harus’ dinyanyikan. Akhirnya terpilih 36 lagu, yang kemudian oleh pihak IP Entertainment, Rama Soeprapto sebagai creative director dan Inet Leimena sebagai show director, yang tentunya dengan persetujuan Vina dan Addie MS, dipilih kembali hingga berkurang menjadi 23 lagu.
 

Untuk konser tersebut, aransemen dan orkestrasinya lagu-lagunya ditulis ulang (walaupun tidak berbeda nuansa dari aransemen orkestrasi asli), tetapi paling tidak orkestrasi ditulis lebih simfonik sesuai dengan jumlah musisi orkestra yang akan mengiringi Vina yaitu 57 musisi. Addie MS mengaransemen dan menulis orkestrasi 11 lagu, Aminoto Kosin 6 lagu, Singgih Sanjaya 4 lagu, Widya Kristianti dan Glenn Dauna masing-masing 1 lagu.


Latihan awal dengan rhythm section yang dipimpin oleh Aminoto Kosin dilakukan di i Studio Permata Hijau selama 4 hari sebelum rhythm section bergabung dengan orkestra. Hal tersebut perlu dilakukan karena ada beberapa lagu yang hanya diiringi oleh rhythm section “September Ceria” menjadi hit saat itu, Addie MS mengenang bahwa boleh dibilang untuk album tersebut dia tidak dibayar. “Di album itu aku ingin pakai orkestra tapi di Manila dan waktu aku bilang ke pak Jackson dia bilang duit dari mana untuk bayar saja. Sedangkan latihan bersama orkestra mulai dilaksanakan di Rossi Musik sejak 13 Februari yang akan berakhir pada 16 Februari. Setelah itu, 17 Februari dilakukan rehearsal dan run-thru sebagai persiapan Konser VIVA VINA pada 18 Februari ’06 di Plenary Hall – Jakarta Convention Centre.
posted by alfri


Konser Viva Vina 2006 

Nostalgia Fans The True Diva


APRESIASI: Penampilan Vina Panduwinata dalam konser ''Viva Vina'' di Plennary Hall Jakarta Convention Center, semalam. Konser yang diiringi orkestra Addie MS itu mendapat apresiasi dari pencinta musik di Tanah Air.(60)


JAKARTA- Mengenakan gaun krem keemasan rancangan Anne Avanti, Vina Panduwinata yang tampak anggun dan ayu muncul dari balik tempat duduk penonton. Kemunculan Vina yang membuat 5.000 penonton Konser Viva Vina membalikkan tubuh itu dibarengi lantunan tembang ''Aku Masih Cinta''.

Sembari membelah barisan penonton yang menyambut dengan tepukan riuh, Vina tanpa iringan musik menembangkan "Aku Masih Cinta". Dia melangkah pelan menuju ke panggung utama yang berselimut tirai raksasa di Plennary Hall Jakarta Convention Center.

Setelah dia mencapai bibir panggung, terangkatlah tirai raksasa yang menyelubungi panggung utama. Saat itulah Addie MS dan 50 awak orkestranya mengiringi refrain terakhir tembang pembuka konser solo penyanyi terkemuka Indonesia itu.

Belum usai sambutan meriah penonton, antara lain Kris Dayanti, Titi Dwijayanti, Camelia Malik, Harry Capri, Ari Tulang, Ubiet (Nya' Ina Raseuki), Henky Tornando, Ermy Kulit, Deddy Dukun, Iga Mawarni, Dina Mariana, dan Bella Saphira, Vina meneruskan dengan tembang ''Apa Kabar''.

''Apa kabar?'' tanya Vina ke penonton, seusai mendendangkan tembang itu. ''Setelah 25 tahun saya berkarier di dunia musik akhirnya kita bisa ketemu lagi ya,'' ujarnya.
Selanjutnya, dengan sangat santun, penuh keceriaan, ketenangan, serta kematangan dia Vina bertutur tentang sejarah kariernya dalam dunia tarik suara. ''Saya mengucapkan rasa terima kasih kepada kawan-kawan seperti Eriati Erningpraja, Oddie Agam, Harvey Malaiholo, dan Titik Hamzah,'' katanya. Lalu, dia pun mengisahkan proses penciptaan dan menyanyikan tembang ''Aku Melangkah Lagi'' karya Santoso Gondowidjojo.

Usai lagu ketiga, dia lagi-lagi berkisah seperti pendongeng. ''Dulu, Om Idris Sardi mengajari saya menyanyi dengan nada tinggi,'' katanya sembari menunjuk Idris Sardi yang tersenyum.

Vina kemudian menembangkan lagu "Satu dalam Nada Cinta" karya Barce Van Houten yang diaransemen Idris Sardi. Para penonton pun ikut menyanyi.
Penonton konser Viva Vina hampir 80 persen orang-orang paro baya. Konser itu berlangsung menyenangkan sekaligus mengharukan.
Betapa tidak. Tak seperti para penyanyi yang menggelar konser solo, Vina senantiasa menceritakan latar belakang proses kelahiran lagu-lagu yang ditembangkannya. Dan hebatnya, hampir semua orang yang terlibat di balik penciptaan lagu itu hadir di antara penonton.

Tak ayal, konser Vina kali ini seolah menjadi ajang kumpul kawan lama dan fans beratnya. Tengoklah ketika Vina menghadirkan dan meminta Aryono HD berdiri agar penonton dapat mengenali parasnya ketika dia menyanyikan ''Burung Camar'' karya lelaki itu. ''Lagu ini pernah meraih Kawakami Award,'' ujar Vina.
Lagi-lagi dia memperkenalkan James F Sundah yang menciptakan ''September Ceria''. ''James silakan berdiri. Ini lagu kamu.'' Lalu mengalunlah "September Ceria" yang diaransemen Addie MS tahun 1980-an. Masih sama dengan versi aslinya dulu.
Vina tampaknya tahu benar bahwa orang besar tak akan pernah melupakan orang-orang membesarkan namanya.

Dengarlah, lagi-lagi dia menyebut nama Bob Tutuppoli, Grace Simon, dan Guruh Soekarnoputra sebagai orang yang sangat berjasa menggemblengnya sehingga menjadi Vina seperti dikenal orang sekarang.
Ya, Vina memang luar biasa. Tak mengherankan jika Addie MS yang setia mengiringi lebih dari 23 tahun menyebut Vina sebagai the True Diva. (Suara Merdeka, Benny Benke-53)



 
 

VIDEO KONSER VIVA VINA